2 Kisah Renungan

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"

"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (muringkel muringkel, istilah sunda-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.
”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Apakah Tuhan harus memaksa untuk datang kepada-Nya baru dunia tidak ada kesusahan? Semua kembali pada diri kita masing-masing.
_______________________________________________________________________________




Diceritakan sebuah toko yang menjual istri baru, dibuka dimana pria dapat memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri. 

Di antara instruksi-intsruksi yang ada di pintu masuk, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut: "Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI!" 

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri. 

Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu/lebih memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko. 

Lalu, seorang pria pun pergi ke " TOKO ISTRI " tersebut untuk mencari istri. Di setiap lantai terdapat tulisan spt ini: 


Lt 1: 


"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan & pandai memasak." 
Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya. 

Lt 2: 

"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak & lemah lembut." 
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya. 


Lt 3: 


"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik." 
''Wow!'', ujar sang pria, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. 

Lalu sampailah pria itu di lantai. 4 dan terdapat tulisan: 

"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget & sayang anak." 
''Ya ampun!'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya!'' 

Dan dia tetap mlanjutkan ke lantai 5 karena ingin mendapat yang sangat sempurna: 

"Wanita di lantat ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, sayang anak & sexy." 

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah ke lantai. 6 & terdpt tulisan: 

"Anda adalah pengunjung yg ke 8.363.012.020. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata pembuktian untuk pria yang tidak pernah puas." 

Terima kasih telah berbelanja di " TOKO ISTRI ". Mohon hati-hati ketika keluar dari sini. 


So :
Pesan moral ini bukan cuma untuk pria tapi juga wanita: "Tetaplah selalu merasa puas akan pasangan yang sudah Tuhan sediakan. Jangan terus mencari yang terbaik tapi jadikanlah yang ada sekarang yang terbaik buat kalian, karena Tuhan sudah sediakan, itulah pasangan yang terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan. cieeeeee

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Pengunjung yang bijak selalu meninggalkan komentar , jadi komentar ya !

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.