Sepotong Roti Terakhir

Disebuah desa hidup 2 orang yang bersahabat , mereka Mamat dan Usro. Mereka hidup dalam kemiskinan , orang tua mereka bekerja serabutan , tidak menentu penghasilannya. Pada suatu hari , Usro datang menghampiri Mamat

 "Mat , aku laper nih , di rumahmu ada makanan tidak?" tanya Usro.
"aduh , di rumahku juga tidak ada makanan sro" jawab Mamat. 
"kita cari makanan yuk?" ajak Mamat pada Usro.
 "ayo , tapi kemana?".
 "di deket rel kereta api ada sebuah gedung roti sro , 2 hari yang lalu baru ditutup , kita nyelinap aja , gimana?". 
"tapi bagaimana kalau kita tertangkap disana Mat?".
 "tak usah takut sro , aku akan menjagamu" kata Mamat.
 Akhirnya mereka berdua pergi ke sebeuah gedung kosong bekas pabrik roti. Disana , mereka bertemu dengan Roland , anak geng yang berkuasa di tempat tersebut.


"Heh bocah tengik , sedang apa kalian disini?kalian tidak tau di sini tempat siapa?" kata Roland dengan nada yang tinggi
"kami mencari makanan land , inikan bekas pabrik roti" jawab Mamat dengan berani , Mamat memang memiliki tubuh yang besar , berbanding dengan Usro yang bertubuh kecil
"mencari makanan?di rumahmu memangnya tidak ada apa?sampai harus mencari ke pabrik roti ini" kata Roland
"iya , dirumah kami tidak ada makanan , makanya kami mencari kesini" jawab Usro pelan
"Okey , okey. Aku akan izinkan salah satu dari kalian untuk masuk mencari makanan , tapi hanya satu orang" kata Roland
"memangnya kenapa kalo kami berdua masuk?" tanya Usro
"POKONYA SATU ORANG , NGERTI??!!" bentak Roland pada Usro
"baiklah , sro , biar aku yang masuk , kamu tunggu di sini ya" kata Mamat pada Usro
Mamat pun masuk dengan Roland , sementara Usro menunggu di luar pabrik roti tersebut.
Saat di dalam pabrik , Roland mengajak Mamat untuk bergabung ke gengnya Roland.
"eh mat , kamu mau masuk geng-ku tidak?kalau masuk geng-ku kamu tidak akan susah payah mencari makanan seperti ini , makanan banyak di markasku" kata Roland
"maaf land , aku tidak bisa menanggapi ajakanmu itu , karna aku tau bila masuk geng-mu akan banyak orang orang yang memusuhiku" kata Mamat , geng Roland memang terkenal brandalan , musuhnya tersebar di seluruh pelosok desa.
"kamu tidak usah takut Mat , badanmu besar , tidak ada yang berani berhadapan 1 lawan 1 denganmu di desa ini"
"tetap saja aku tidak mau land , land itu makanannya !" tunjuk Mamat pada sebungkus roti isi coklat yang tergeletak begitu saja di lantai
"mana?mana?" Roland kebingungan , dia tidak melihat ada roti di lantai. Mamat berlari mengambil roti tersebut , dan langsung lari keluar. Ia lantas di kejar oleh Roland , Roland berteriak pada teman temannya , dia memerintahkan untuk mengejar Mamat.
"woooy !! kejar si Mamat ! dia dapat makanan !!!!" teriak Roland. Mamat berlari dengan kencangnya , ia tak ingin tertangkap oleh geng Roland karena dia tahu makanan yang ia dapat akan di ambil dan dia akan di pukuli oleh geng Roland. Saat sedang berlari , teman satu geng Roland datang menghadang , 2 orang yang menghadang Mamat , namun dengan kekuatan besar yang ia miliki , ia terobos 2 orang itu hingga terjungkal ke lantai , ia terus berlari dan hampir mencapai pintu , namun pintu itu di halangi oleh hampir 6 orang , ia lalu mencoba menerobos halangan itu , namun saat ia tabrak 6 orang itu , ia terjatuh , 6 orang itu lantas mendatangi Mamat yang memegang roti , Roland berlari dari belakang.
"ambil makanannya woooy !!!" perintah Roland pada teman temannya. ia melihat Usro di depan pintu , lantas ia berteriak
"sro , tangkap roti ini !" ia langsung melempar roti itu , melewati 6 orang yang menghampirinya , ke-6 orang itu terpelongo saat roti melintas di atas kepala mereka.
"hap, dapat Mat!" Usro menangkap roti tersebut.
"lari sro , lariiii !" teriak Mamat pada Usro. Usro yang memiliki tubuh kecil lantas berlari kencang ke arah kereta api yang sudah tak terpakai lagi , ia meliuk-liuk diantara gerbong kumuh penuh coretan , ia masuk ke salah satu gerbong , dan bersembunyi di bawah kursi penumpang kereta api.
"yaelaah , kemana tuh anak , cepet amat larinya" kata salah satu anggota geng Roland dari luar gerbong. Usro ketakutan di bawah kursi penumpang tersebut , dia memegang erat roti yang di berikan Mamat.
"yaudah kita gebukin aja si Mamat , ayo" kata anggota geng Roland lagi. Usro langsung kaget mendengar perkataan itu , ia takut terjadi sesuatu pada Mamat , namun ia juga tak bisa melawan dengan tubuhnya yang kecil itu , dengan perut keroncongan pula. Ia lantas membuka roti tersebut , dan memakan rotinya sepotong , ia menyisakan sepotong lagi untuk Mamat nanti. Setelah 10 menit tak ada suara , Usro memberanikan diri untuk keluar , ia menyimpan sepotong roti itu di bawah kursi penumpang. Ia lantas mencari Mamat ke gedung roti itu. Namun saat baru masuk ke gedung itu , ia mendapati Mamat telah tergeletak di lantai , mukanya penuh dengan lebam akibat pukulan keras teman teman Roland. Saat ia mendekati Mamat , ternyata Mamat sudah tiada , ia sudah tak bernafas lagi.
"Mat..Mat..Bangun Mat.." kata Usro , ia menangis begitu mendapati sahabat karibnya tersebut sudah tak bernyawa
"Maaat , maafkan aku , aku tidak bisa membantumu saat kau sedang di keroyoki" kata Usro berlinang air mata , Usro lantas berlari ke gerbong kereta tadi untuk mengambil sepotong roti tadi , dan langsung kembali lagi ke pabrik
"Mat.. liat ini , ini roti yang kamu kasih tadi , rasanya enak sekali , namun sayang kita tidak dapat menikmatinya berdua Mat.." kata Usro dengan raut muka yang sangat sedih dan berlinang air mata.

Ada yang bisa mengambil pesan moral dari cerpen tersebut?
Saya menyimpulkan pesan yang bisa di ambil dari cerpen tersebut adalah "seorang sahabat akan selalu membantu di saat sahabatnya kesusahan"

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Pengunjung yang bijak selalu meninggalkan komentar , jadi komentar ya !

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.