What Is Love? : Chapter 3


         
Ternyata area Mess basketnya berada di tengah tengah sekolah. Disana banyak penjual makanan yang sudah pasti dari kantin sekolah ini. Murid yang menonton juga banyak , karena yang akan bertanding bukan hanya sekolah Rusa Hitam. Ada sekitar 20 sekolah yang akan bertanding hari ini , tentunya sekolah Bina Karya mempunyai 2 lapang basket. Jadi mungkin semua pertandingan selesai tidak terlalu larut.
          Intan dan Dini membeli makanan ringan , dan minuman bersoda. Mereka lantas memasuki area Mess tersebut.

          “Baiklah para penonton yang telah hadir. Pertandingan pertama yang akan digelar adalah pertandingan antara SMA 47 melawan SMA Palazzo!!!! Selamat menyaksikan”

          Riuh gaduh langsung terdengar saat para pemain memasuki lapangan. Intan duduk di sebelah barat dari lapang tersebut. Namun beberapa saat setelahnya ada seorang lelaki yang duduk disampingnya , bersama salah satu temannya dan menyapa Intan.

          “Hey , dari SMA Rusa Hitam ya?” Tanya lelaki itu.
          “Iya...”. kata Intan , ia sekejap saja merasa kaget terhadap sapaan lelaki itu.
          “Kamu dari SMA mana?” tanya Dini , karena lelaki itu memakai jaket abu dengan tudung , di tengahnya bertuliskan “Can You Shut UP!”
          “Oh aku dari SMA Bina Karya ini”. Dari tubuhnya yang tinggi sepertinya ia juga pemain basket.
          “Kamu gak main?” tanya Intan sedikit menebak dari postur tubuh lelaki itu.
          “Aku lagi... cedera” lelaki itu menatap kosong kearah lapang.
          “Ohya , aku Alvin..” kata lelaki bernama Alvin itu pada Intan.
          “Intan....”. Katanya dengan hangat.

          Mereka berbincang bincang , dan kelihatannya sudah lumayan akrab. Dini pun sudah mulai akrab dengan Nathan , teman yang duduk di sebelah Alvin. Alvin terlihat sangat cool dan gaya rambutnya yang membuat ia terlihat semakin cool.

          “Baiklah penonton , kita akan segera menyaksikan pertandingan Big Match antara SMA Bina Karya melawan SMA Rusa Putih.”

          Suasana yang tadi riuh gaduh , sekarang sangat gaduh , apalagi penonton perempuan terlihat sangat histeris karena melihat para pemain dari kedua sekolah itu masuk. Dan memang harus di akui para pemain itu terlihat sangat tampan.

          “Nah itu kapten tim Bina Karya , namanya Virlan. MPV tahun lalu”. Kata Alvin mengagumi kehebatan Virlan.
          “Ohiya itu kapten Rusa Hitam siapa?”
          “Itu Rendy hehe” Jawab Intan
          “Pacarnya Intan itu kapten tim kita”. Dini memang selalu memotong pembicaraan.
          “Wiih , udah punya pacar Intan?Kapten tim basket lagi”
          “Dia baru jadi kapten tahun ini ya?soalnya tahun kemarin bukan dia perasaan”. Lanjut Alvin
          “Iya , kapten tahun lalu gak aktif lagi , sibuk sama ujian kayaknya”

          Pertandingan dimulai , tidak seperti pertandingan antar SMA sebelumnya , pertandingan kali ini terlihat sangat seru. Saling mencetak angka , mengejar angka , saling mengungguli. Saat ini skor sudah memasuki angka 27 – 26 bagi keunggulan Rusa Putih. Menonton pertandingan ini seperti menonton pertandingan NBA yang angkanya bisa sampai ke 100.
          Rendy mencetak angka dari tembakan 3 poinnya. Berlari ketengah lapangan , dan melambaikan tangan pada Intan. Intan hanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan yang malu malu. Ia tak mau kejadian dengan Farin terulang lagi.

          “Ternyata kapten yang sekarang lebih hebat dari tahun lalu ya”. Ucap Alvin pada Intan , yang dari tadi duduk di sampingnya
          “Ohya?Aku kurang tau kalo soal itu”. Intan mengambil makanan ringannya
          “Kamu kelas berapa kalo boleh tau?”. Alvin sangat mengerti bagaimana caranya membuka pembicaraan , bergaul dengan seseorang.
          “Kelas 2 , kalo kamu?”
          “Aku juga kelas 2 , sekali lagi salam kenal ya”. Mereka berjabat tangan untuk beberapa saat. Rendy melihat kejadian itu dari lapangan , itu membuatnya jadi kurang konsentrasi dan beberapa tembakan yang biasanya menghasilkan angka , kini tidak.

          “Kenapa lo Ren?kok mainnya aneh gini”. Kata Lito
          “Sorry sorry gue gak konsen tadi”
          “Shit... Mungkin gue terlalu merhatiin Intan nih”. Ujar Rendy dalam hatinya

          Skor saat ini adalah 43-51 untuk keunggulan tim Bina Karya. Unggul cukup jauh , permainan Rendy semakin memburuk sehingga pelatih mengganti dia dengan pemain lain.
          Rendy terlihat sangat kesal , dengan wajah yang penuh dengan keringat ia kembali memperhatikan Intan , yang ia lihat adalah Intan sekarang jarang memperhatikannya dan sedang bercanda dengan Alvin , laki laki yang belum ia tau.
            Intan melihat sekejap kearah Rendy , berkata dari kejauhan , Semangat! Sambil mengepalkan tangannya. Rendy bernafas lega melihat itu , kepercayaan dirinya kembali muncul

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

20 Responses to What Is Love? : Chapter 3

  1. ini kisah pribadi apa cuma mengarang gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini cuma sebuah hobi menulis saya gan , inspirasinya adalah dari kisah pribadi :D

      Hapus
    2. aseek,, kapan2 ajarin ane gan jadi penulis :D

      Hapus
    3. sik aseek sik aseek ~~ , siap gan , saya sih cuma kalo dapet inspirasi nulisnya :D autodidak (gimana nulisnya ya?) :D

      Hapus
  2. hmm, cerita yg menarik
    keep posting gan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks gan , baca dari awalnya dong :D

      Hapus
  3. postingan yang bagus dan menarik untuk dibaca..^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih saeful rahman , kalau ada waktu baca dari chapter 1nya ya :D

      Hapus
  4. Kalau dijadiin novel bagus nih cerita sob :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terimakasih sob , ini hanya sekedar menyalurkan hobi saja :D

      Hapus
  5. yang pas ditengahnya bertuliskan can u shut up tuh,, hahaha :D
    kreatif nih gan, pengalaman ya gan?? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha , saya dulu punya jaket yang kaya gitu , jadi di pake deh kesini =))
      bukan gan , ini cerita fiktif :D

      Hapus
  6. pertandingan yg bagus, jangan lupa ditunggu follow kembali kawan, dari follow 29
    di tunggu

    BalasHapus

Pengunjung yang bijak selalu meninggalkan komentar , jadi komentar ya !

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.