What is Love? : Chapter 3



3 menit sebelum pertandingan ini selesai Rendy kembali di masukan pelatih. Ia melihat lagi ke arah Intan , saat ini Intan sedang memperhatikannya dan senyum tipis muncul dari bibirnya yang sangat indah.

          “Wow , Fantastis! Ini seperti pertandingan profesional! Skor sekarang sudah memasuki angka 61-69 untuk keunggulan SMA Bina Karya”. Kata sang komentator yang terus memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung.

          “Wah , pertandingan udah hampir selesai nih , kapan kapan kita ketemu lagi ya”. Kata Alvin
          “Okey , ternyata kamu orangnya asik juga ya”. Jawab Intan dengan suara yang sangat halus dan lembut.
          “Hahaha , iya bener banget tuh tan”. Dini tiba tiba angkat bicara , dia dari tadi hanya bermain dengan telfon genggamnya.
          “Aku kebelakang dulu ya , ke ruang ganti”. Pamit Alvin sambil berdiri dan membereskan jaket yang tadi kotor oleh remah remah makanan yang ia bawa
          “Byee!!”. Lanjutnya

          Pertandinganpun akhirnya berakhir dengan skor 69-72 untuk keunggulan tim Bina Karya. Pertandingan yang cukup sulit memang menghadapi tim yang sangat tangguh. Namun pertandingan yang lain sudah menunggu. Rendy dan timnya harus bekerja lebih keras lagi.
          Intan segera menyusul Rendy ke ruang ganti , dan bertemu beberapa rekan satu tim Rendy. Tinggi! Itu ucapan Intan dalam hatinya melihat para pemain yang begitu menjulang.

          “Kamu bagus tadi mainnya”. Kata Intan sambil membawakan air putih dingin di tangannya.
          “Bagus gimana , kalah gitu”. Jawab Rendy dengan tawa.
          “Udah minum dulu , nih”
          “Tan... aku mau ngomong sesuatu”. Ucap Rendy sedikit berbisik di daun telinga Intan
          “Tapi jangan disini , yuk”. Rendy meraih tangan Intan dan membawanya ke luar Mess basket tersebut tanpa menunggu persetujuan Intan , namun Intan kelihatannya menyetujuinya.

          “Kenapa Ren?Kok sampe di luar gini?”. Tanya Intan yang kelihatannya sudah penasaran.
          “Hmm , gini...”. Rendy meraih kedua tangan Intan dan menggenggamnya.
          “Beberapa hari ini kan kita udah deket banget tuh , aku ngerasa ada sesuatu yang spesial , kamu mau gak jadi pacar aku?”.

          Deg..... Beberapa saat Intan terdiam , membisu. Pikirannya seperti melayang , ia mungkin juga merasakan hal yang sama dengan Rendy. Ia mengingat beberapa hari yang telah dilaluinya bersama Rendy , mungkin ada benarnya ini spesial.
          Ia mungkin telah beberapa kali menolak laki laki dengan cara lembut. Namun kali ini , ia seakan lupa bagaimana cara melakukan itu , hatinya tergerak , dan seperti ingin mengungkapkan “jangan penolakan lagi”.
          Saat itu adalah kebimbangan yang cukup mendalam baginya , akhirnya ia memberikan kepastian pada Rendy , ia menuruti apa kata hatinya.

          “Emm... gimana ya... emm...”

Ia tak bisa berkata apapun , lidahnya seakan kaku sekaku kakunya. Bibirnya terkunci untuk mengatakan “iya”. Saat akhirnya ia memberikan kepastian dengan cara memeluk tubuh Rendy.
          Rendy menyambut pelukan Intan , memeluknya dengan lembut membelai rambutnya yang terurai begitu saja. Intan terlihat sangat nyaman dalam pelukan Rendy , ia melepaskan segala perasaannya di pelukan Rendy.

          “Jadi.. kita resmi nih ya?”. Rendy berbisik pada Intan. Intan yang tak bisa berkata , menatap Rendy dan mengangguk padanya.

          Untuk pertama kalinya dalam hidup , Intan menerima seseorang dan membuka hatinya untuk disayangi seseorang , dan orangnya adalah Rendy yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.

          “Pulangnya aku anter ya?”. Ajak Rendy sambil melepaskan pelukan Intan dari dadanya.
          “Iya...”. Pikirannya saat ini benar benar sudah melayang , entah sekarang pikirannya ada dimana , namun yang pasti adalah saat ini ia merasakan sesuatu yang aneh namun ia bisa menikmatinya.
          “Emm... Cie yang baru jadian nih”. Dini tiba tiba muncul ke hadapan mereka , bersama Herman.
          “Eh Dini , Herman?”. Dahi Intan mengkerut karena heran.
          “Bukannya tadi kamu taekwondo?”. Lanjutnya
          “Iya sih , tapi nih Dini pengen di jemput katanya”. Jawab Herman penuh keriaan

          Mereka berempat terlihat sangat menikmati suasana. Hari sudah mulai berubah menjadi kemerahan akibat hari mulai menjadi sore , Intan melihat jamnya dan sekarang sudah jam 5 lewat 15 menit. Rendy meminta Intan menunggu sementara Ia kembali ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya. Beberapa menit kemudian Rendy kembali , dengan baju casual.
          Mereka berdua saling bergandengan tangan . Sampai ke parkiran , ternyata Mobil yang parkir belum juga berkurang , dan ternyata lagi mereka berempat orang yang keluar lebih awal dari yang lainnya.

          “Eh , kok mobil kamu ada disini?bukannya kamu naik bis?”. Tanya Intan pada Rendy
          “Tadi dibawain...”Jawab Rendy.
“Selamat bersenang senang tuan dan nyonya”. Dini tertawa riang mengatakan itu pada Rendy dan Intan.
          “Hahaha , kita duluan ya” Pamit Rendy pada Herman dan Dini.

          Rendy membuka pintu sebelah kiri mobilnya untuk Intan . Rendy pun masuk ke dalam mobilnya. Sepasang kekasih baru ini sudah berada di dalam mobil , Rendy menyalakan mesinnya , menatap Intan penuh perasaan , ia mengusap kepala Intan dengan lembut.
          Mobil melaju cukup kencang di jalanan menuju jalan raya , karena jalan yang cukup kosong. Sampai beberapa menit kemudian mereka memasuki jalan tol untuk mempercepat perjalanan , karena cukup jauh SMA Bina Karya dari rumah Intan bila menggunakan jalan biasa mungkin 40 menit lamanya , itupun jika tidak macet.

          “Ren...” . Intan sepertinya ingin mengucapkan sesuatu.
          “Ya?kenapa?”. tanya Rendy
          “Kamu itu...... pacar pertamaku...”. Intan mengakui itu pada Rendy.
          “Ohya?emm.. Aku gak akan ngecewain kamu kok , aku bakal berusaha buat kamu bahagia , everytime... my love....”. Ucap Rendy penuh keromantisan.
          “Makasih ya” . Intan terlihat lega setelah mendengar ucapan Rendy.

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

17 Responses to What is Love? : Chapter 3

  1. wah oke nih karya tulisnya.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. gak tau masuknya apa , cerita berlanjut gitu gan :D

      Hapus
  3. Saya rasa tulisannya sudah bagus mas, mengalir... Saya tidak layak untuk memberi penilaian akan kreativitas dan gaya bahasa seorang penulis secara mendalam dari cerita yg belum selesai.
    Jika ini adalah tulisan yg nantinya akan dijadikan novel, lebih baik disimpan dulu. Mengharap tiap chapter dinilai, akan membuat alur yg dirancang akan berubah karena penilaian orang.

    Untuk postingan, share saja tulisan cerpen atau cerita ringan. Saya rasa cerpen akan habis dalam sekali posting, sehingga pembaca bisa tahu inti ceritanya. Kalau nantinya novel ini akan dijadikan karya tulis utk dijual, saran saya tidak perlu di posting. Coba saja mas berkunjung ke blog penulis, saya rasa tidak ada yg posting karya tulisnya. Paling yg di posting adalah cerita kesehariannya.

    Ini hanya saran... selebihnya ya tergantung mas saja. Happy blogfing dan terus berkarya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sarannya mas arie , saya lihat blog mas arie banyak posting bermafaat buat saya :D
      ohiya , saya tidak terlalu pandai membuat cerpen sekali posting tamat... tapi nanti saya akan coba.
      kalau untuk novel , bukan untuk dijual :D hanya share tentang hobi menulis saja , terima kasih atas komentarnya , sangat bermanfaat :D

      Hapus
  4. bagus bagus, ane kasih 2 jempol. tapi ya follow blogku, pasti ku follback :D

    salam kenal

    BalasHapus
  5. Ga ada kata2 lagi dech buat Bang Hisyam..SALUTTTT BENER-BENER SALUT..aku bang..sipp.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah , terimakasih gan bisa aja nih :D thanks udah berkunjung

      Hapus
  6. Good. salud dah buat Bung Hisyam 10jempol buat ente, tulisan yang agak gmn gitu hahaii .. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terimakasih gan :D gitu gimana gan? :D

      Hapus
  7. postingan yang bagus dan sangat menarik sobat, artikel yang memliki kreatifitas dan cukup tinggi, salam sukses kawan
    terima kasih,

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih gan :D semoga agan terhibur ya :)

      Hapus
  8. bagus nih ceritanya mengalir lembut...
    buruan sambungannya . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah makasih mas :D iya mas ini saya lagi menulis sambungannya :)

      Hapus

Pengunjung yang bijak selalu meninggalkan komentar , jadi komentar ya !

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.